Blog bagi sesiapa yang mencintai tulisan

  • Madu Lebah

    Yoshimoto Banana Ia ke Buenos Aires untuk menyingkirkan kepedihannya, seperti hewan mendekam di kegelapan menjilati luka. Tapi di alun-alun Plaza de Mayo…. Ia menyaksikan para ibu berjalan pelan, membawa foto anak-anak mereka yang hilang. Yoshimoto Banana menuturkan duka para ibu dalam bahasa yang jernih dan tenang. “Ibu tetaplah ibu, dari negara mana pun asalnya, dan…

    Read more: Madu Lebah
  • Tiga Puluh Tahun Kemudian

    Kawan baikku, Kemarin aku menceritakan tentang penulis yang tidak meningkatkan kualitas tulisannya setelah tiga puluh tahun lebih, padahal ia terus menulis. Beberapa orang sibuk menduga-duga, mencoba menemukan siapa orang itu, dan mungkin ada yang mencoba menyeretnya ke masalah pribadi. Ada juga yang berpendapat bahwa baik dan buruk itu soal selera. Ini pendapat klise, yang diulang-ulang…

    Read more: Tiga Puluh Tahun Kemudian
  • Kita Hanya Menyayangi atau Membenci Orang yang Kita Kenal

    Halo, temanku, ini hanya fakta sehari-hari. Kita tidak mungkin menyayangi atau membenci orang yang tidak kita kenal; kita juga tidak merasa ingin tahu apa yang akan terjadi padanya besok atau lusa atau apa lagi yang akan ia lakukan. Bagaimana mungkin kita bisa mencintai atau membenci orang yang tidak kita ketahui sosoknya, tidak kita kenali kepribadiannya,…

    Read more: Kita Hanya Menyayangi atau Membenci Orang yang Kita Kenal
  • Pria dengan Codet di Wajah

    William Somerset Maugham Cerpen klasik W. Somerset Maugham, mengisahkan seorang mantan jenderal revolusioner yang hidup sebagai penjual lotre di Guatemala. Kisah luka di wajah, cinta, dan penyelamatan yang tragis. Sebuah cerita tentang martabat, perang, dan sesuatu yang tidak heroik. — ASL Lelaki itu menarik perhatianku karena bekas luka di wajahnya, lebar dan merah, membentuk bulan…

    Read more: Pria dengan Codet di Wajah
  • Cyril

    Umar Kayam Jam di kamar menunjukkan bahwa hari sungguh tidak terlalu pagi lagi.Seperti sebagian dari satu upacara yang tiap pagi tak boleh dilampaui, Ibu Cyril bergegas mengenakan pakaiannya sambil mengeluh: “Ya Allah, sudah jam setengah sembilan. Aku pasti terlambat lagi.” Dan berikutnya suara gemerisik pakaiannya, keriut sepatunya terantuk-antuk kursi atau meja mengiringi kesibukan paginya. “Cyril!…

    Read more: Cyril
  • Diane Keaton, Buruk Rupa yang Menawan

    A.S. Laksana Ia memajang 47 potret pria di dinding rumahnya, termasuk Abraham Lincoln, Sam Sephard, dan Gary Cooper, dan menyebut mereka “tawanan saya”. Lincoln, dengan wajah yang penuh kerut dan mata yang tampak lelah, adalah pria buruk rupa tetapi agung. “Wajahnya menceritakan kisah perjuangan, kehilangan, dan kemenangan,” katanya, “keindahan yang tak bisa dibuat-buat.” Sam Sephard,…

    Read more: Diane Keaton, Buruk Rupa yang Menawan