Category: Cerpen
-
Cinta yang Menakutkan
Kawabata Yasunari Ia mencintai istrinya begitu mendalam. Dengan kata lain, ia mencintai satu wanita ini secara berlebihan. Ia menganggap kematian istrinya di usia muda sebagai hukuman dari langit atas cintanya. Hanya itulah satu-satunya penjelasan yang bisa ia dapatkan tentang kematian istrinya. Setelah istrinya meninggal, ia menjauhkan diri dari wanita mana pun. Ia bahkan tidak mau…
-
Mimpi
O. Henry Cerpen ini adalah karya terakhir O. Henry. Majalah Cosmopolitan memesannya dan, setelah kematiannya, manuskrip yang belum rampung ditemukan di kamarnya. Cerita ini dimuat dalam Cosmopolitan, September 1910. — MURRAY memimpikan sebuah mimpi.Baik psikologi maupun sains masing-masing berspekulasi ketika akan menjelaskan kepada kita petualangan aneh pada diri immaterial saat berkelana di wilayah “saudara kembar…
-
Orang-Orang Rumit
Anton Chekhov YEVGRAF Ivanovich Shiryaev, seorang tuan tanah kecil dari keluarga pendeta, anak pastor Ioann yang sudah meninggal, sedang berdiri di sudut di depan tempat cuci tangan dari tembaga dan mencuci tangannya. Seperti biasa, wajahnya tampak cemas dan muram dan janggutnya awut-awutan. Ayahnya dulu menerima hadiah dari Nyonya Kuvshinnikova, janda seorang jenderal, tanah seluas 300…
-
Seribu Kunang-Kunang di Manhattan
Umar Kayam MEREKA duduk bermalas-malasan di sofa. Marno dengan segelas scotch dan Jane dengan segelas martini. Mereka sama-sama memandang ke luar jendela. “Bulan itu ungu, Marno.” “Kau tetap hendak memaksaku untuk percaya itu?” “Ya, tentu saja, Kekasihku. Ayolah akui. Itu ungu, bukan?” “Kalau bulan itu ungu, apa pula warna langit dan mendungnya itu?” “Oh, aku…
-
Taruhan
Anton Chekhov MALAM hitam pekat pada musim gugur. Seorang bankir tua sedang mondar-mandir di ruang studinya, mengenang malam musim gugur lima belas tahun sebelum malam itu ketika ia mengadakan pesta di rumahnya. Ada banyak orang terpelajar yang hadir dan percakapan menarik terjadi di antara mereka. Salah satu topik yang mereka bahas adalah hukuman mati. Sebagian…
-
Para Pembunuh
Ernest Hemingway PINTU warung makan Henry dibuka, dan masuklah dua orang lelaki. Mereka pun duduk di konter. “Mau makan apa?” tanya George kepada mereka. “Apa ya?” sahut salah seorang di antaranya. “Kau mau makan apa, Al?” “Apa ya?” jawab Al. “Nggak tahu mau makan apa.” Di luar hari mulai gelap. Lampu jalan menyusup lewat jendela.…