Category: Surat

  • Belajar dari Satu Dua Orang Saja

    Beberapa kawan membaca banyak buku karena mereka membangun kebiasaan membaca, tanpa keinginan menjadi penulis. Beberapa kawan lain membaca banyak buku, ingin menjadi penulis, dan tulisan mereka tidak berkembang. Tentu ada juga orang-orang yang tidak banyak membaca dan ingin menulis bagus. Tidak ada larangan untuk bercita-cita apa pun. Kita bicara tentang mereka yang membaca banyak dan…

  • Menunggu Restu

    “Apa yang sebaiknya saya tulis?” Pertanyaan itu berbeda dari “Apa yang ingin saya katakan?” Yang pertama menunggu restu, menunggu tren, menunggu jaminan bahwa tulisan akan disukai—entah oleh pembaca, entah oleh redaktur. Yang kedua muncul dari dalam. Ada sesuatu yang terasa mendesak untuk disampaikan dan kamu tidak bisa berharap orang lain menuliskannya. Hanya kamu yang bisa…

  • Tiga Puluh Tahun Kemudian

    Kawan baikku, Kemarin aku menceritakan tentang penulis yang tidak meningkatkan kualitas tulisannya setelah tiga puluh tahun lebih, padahal ia terus menulis. Beberapa orang sibuk menduga-duga, mencoba menemukan siapa orang itu, dan mungkin ada yang mencoba menyeretnya ke masalah pribadi. Ada juga yang berpendapat bahwa baik dan buruk itu soal selera. Ini pendapat klise, yang diulang-ulang…

  • Kita Hanya Menyayangi atau Membenci Orang yang Kita Kenal

    Halo, temanku, ini hanya fakta sehari-hari. Kita tidak mungkin menyayangi atau membenci orang yang tidak kita kenal; kita juga tidak merasa ingin tahu apa yang akan terjadi padanya besok atau lusa atau apa lagi yang akan ia lakukan. Bagaimana mungkin kita bisa mencintai atau membenci orang yang tidak kita ketahui sosoknya, tidak kita kenali kepribadiannya,…

  • Tentang Meniru, Menjadi Diri Sendiri, dan Menjadi Mesin

    Teman baikku, Hampir dua puluh tahun lalu, ketika aku dan beberapa teman belum lama mendirikan Jakarta School, seorang perempuan muda datang dan menanyakan sejumlah hal tentang program penulisan kami. Ia ingin belajar menulis. “Tapi saya tidak mau membaca satu buku pun,” katanya. “Kenapa begitu?” tanya saya. “Saya ingin tulisan saya orisinil, tidak dipengaruhi orang lain.”…

  • Mengapa Kamu Menulis Ruwet?

    Halo D., Aku membaca cerpenmu semalam. Kamu menulis dengan tenaga, aku bisa merasakannya, tapi juga dengan beban yang tidak perlu. Setiap kalimat seolah-olah memaksa pembaca tahu bahwa kamu serius menulis. Aku paham dorongan itu. Hampir semua orang yang baru belajar menulis ingin terlihat bisa, ingin diakui, ingin membuat tulisan yang “berat.” Aku pernah pada posisimu.…