Blog bagi sesiapa yang mencintai tulisan

  • Penghormatan

    Nadine Gordimer Bacalah bibirku. Sebab aku tak bicara. Kamu duduk di sana, dan ketika kereta tersentak maju, kamu tampak mencondongkan badan untuk mendengarkan. Tapi aku tak bicara. Kalau saja aku bisa menemukan mereka, aku akan meminta separuh bayaran sisanya untuk pekerjaan yang sudah kulakukan, tapi mereka sudah pergi. Aku tak tahu ke mana harus mencari.…

    Read more: Penghormatan
  • Belajar dari Satu Dua Orang Saja

    Beberapa kawan membaca banyak buku karena mereka membangun kebiasaan membaca, tanpa keinginan menjadi penulis. Beberapa kawan lain membaca banyak buku, ingin menjadi penulis, dan tulisan mereka tidak berkembang. Tentu ada juga orang-orang yang tidak banyak membaca dan ingin menulis bagus. Tidak ada larangan untuk bercita-cita apa pun. Kita bicara tentang mereka yang membaca banyak dan…

    Read more: Belajar dari Satu Dua Orang Saja
  • Pernikahan itu Urusan Pribadi

    Chinua Achebe “Apa sudah kamu tulis surat untuk ayahmu?” tanya Nene kepada Nnaemeka suatu sore, ketika lelaki itu datang ke kamarnya di Jalan Kasanga nomor 16, Lagos. “Belum. Tapi sudah kupikirkan. Kurasa lebih baik mengatakannya langsung saja nanti saat aku pulang cuti.” “Kenapa? Masih lama sekali cutimu—enam minggu lagi. Dia mestinya ikut gembira bersama kita…

    Read more: Pernikahan itu Urusan Pribadi
  • Setengah Hari

    Naguib Mahfouz Aku berjalan di samping ayahku, menggenggam tangan kanannya erat-erat, berlari-lari kecil agar bisa menyamai langkahnya yang panjang. Semua pakaianku baru: sepatu hitam, seragam sekolah hijau, dan tarbus merah. Namun kegembiraanku atas pakaian baru itu bukan kegembiraan yang sempurna, sebab hari ini bukan hari raya, melainkan hari ketika aku akan dilemparkan ke sekolah untuk…

    Read more: Setengah Hari
  • Temanku yang Berambut Panjang

    Heinrich Böll Lucu juga, tepat lima menit sebelum penggerebekan dimulai, aku merasa ada yang tidak beres. Aku melirik hati-hati ke sekeliling, lalu berjalan santai menyusuri tepi Sungai Rhine menuju stasiun, dan aku tidak terkejut sama sekali ketika melihat jip-jip melaju kencang, penuh dengan polisi militer bertopi merah, yang langsung mengepung blok itu, menutupnya, dan memulai…

    Read more: Temanku yang Berambut Panjang
  • Perpisahan Baik-Baik

    A.S. Laksana Rumah makan langganan kami terlalu riuh sore itu dan kami hanya berdiri di ambang pintunya mengamati keriuhan di dalam rumah makan. Seorang pelayan mendatangi kami, mengatakan ada dua orang merayakan ulang tahun dan salah satu membawa anak-anak panti asuhan. “Semua orang berulang tahun hari ini,” kata Robi. “Untung Mama di Semarang. Kalau ia…

    Read more: Perpisahan Baik-Baik