Blog bagi sesiapa yang mencintai tulisan

  • Sebuah Rumah dekat Laut

    Kamala Das Arumugham tidak heran ketika istrinya memukulnya di kepala saat mereka bertengkar, sebab itu sudah sering terjadi belakangan ini, mungkin sejak ia dipecat dari pekerjaannya sebagai penjaga malam setahun lalu karena mabuk. Perempuan itu memiliki hak penuh untuk memperlihatkan ketidaksukaannya dengan cara kasar, namun Arumugham kesal karena istrinya melakukannya di depan pemuda itu. “Suatu…

    Read more: Sebuah Rumah dekat Laut
  • Jalan Panjang Menuju Selamanya

    Kurt Vonnegut Mereka tumbuh bersebelahan, di pinggiran kota, dekat ladang dan hutan dan kebun buah, dan dari rumah mereka menara lonceng sekolah tunanetra terlihat jelas. Kini mereka dua puluh tahun, dan sudah hampir setahun tak saling bertemu. Hubungan mereka hangat dan akrab, tetapi tidak pernah ada pembicaraan tentang cinta. Si pemuda bernama Newt. Si gadis…

    Read more: Jalan Panjang Menuju Selamanya
  • “Mengapa Dia Menyerahkan Diri pada AI?”

    Seorang teman kecewa membaca tulisan terakhir orang yang selama ini ia kagumi tulisan-tulisannya. Ia mengirimkan pesan WA ke saya beberapa hari lalu. “Kenapa dia harus menyerahkan diri pada AI?” katanya. “Saya menyukai tulisan-tulisannya, dan dia menulis berkali-kali lipat lebih bagus ketimbang AI.” Dia mengatakan mudah sekali mengenali mana suara mesin dan mana suara manusia. Saya…

    Read more: “Mengapa Dia Menyerahkan Diri pada AI?”
  • Penulis seharusnya Mudah Bosan, seperti Halnya Kurator

    Beberapa hari ini tiba-tiba saya tertarik membaca buku tentang kurator seni. Hanya penambah wawasan. Saya tidak pernah menjadi kurator seni dan tidak sedang berpikir menjadi kurator. Dan, entah kenapa, saya merasa cara mereka berpikir dekat dengan cara saya menulis. Kurator bukan pencipta karya seni; ia orang yang memilih, menata, dan menyusun cerita dari serangkaian karya…

    Read more: Penulis seharusnya Mudah Bosan, seperti Halnya Kurator
  • Tuan Serba-Tahu

    William Somerset Maugham Aku sudah merasa tak akan bisa menyukai Max Kelada bahkan sebelum bertemu dengannya. Perang baru saja usai dan arus penumpang kapal sangat padat. Sulit untuk mendapat tempat, dan kita hanya bisa terima apa pun yang ditawarkan oleh agen. Mendapatkan satu kabin untuk ditempati sendirian jelas tidak mungkin. Aku sudah bersyukur diberi satu…

    Read more: Tuan Serba-Tahu
  • Reformasi (1998-2025)

    A.S. Laksana Telah meninggal dunia dengan tidak tenang, sebuah cita-cita yang dulu pernah membebaskan Indonesia. * Ia lahir sulit, sebab rezim tidak menghendakinya. Itu rezim yang sudah tua, terlalu lama berkuasa, dan brutal terhadap mereka yang mengupayakan kelahirannya. Para aktivis diculik dan sebagian tidak pernah kembali; sejumlah mahasiswa ditembak mati karena menginginkan pemerintahan yang lebih…

    Read more: Reformasi (1998-2025)