Blog bagi sesiapa yang mencintai tulisan
-
Fransiskus, Sang Gembala dengan Bau Domba
Read more: Fransiskus, Sang Gembala dengan Bau DombaA.S. Laksana Pada malam 13 Maret 2013, ketika ia pertama kali muncul di balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, setelah terpilih sebagai Uskup Roma ke-266, Jorge Mario Bergoglio tidak mengangkat tangannya untuk memberkati. Ia berkata “Buona sera”—selamat malam—dan membungkuk, meminta orang-orang memberkatinya. Gestur itu sederhana dan memukau. Malam itu, orang menyaksikan kepausan yang tidak menampilkan keagungan,…
-
Mario Vargas Llosa dan Hantu Kekuasaan
Read more: Mario Vargas Llosa dan Hantu KekuasaanA.S. Laksana Ia membangun dunianya dengan kata-kata dan mencoba menyelamatkan Peru dengan kata-kata itu. Dalam beberapa tahun belakangan, ia adalah singa terakhir dari ledakan sastra Amerika Latin, orang terakhir yang bertahan dari konstelasi nama-nama yang pernah membakar dunia sastra: García Márquez, Cortázar, Fuentes. Tapi tidak seperti mereka, Vargas Llosa tak pernah benar-benar menjadi bagian dari…
-
Atmakusumah, Pembela Pers yang Tak Pernah Goyah
Read more: Atmakusumah, Pembela Pers yang Tak Pernah GoyahA.S. Laksana SAYA hanya satu kali bertemu dengannya, pada 1999, ketika ia datang ke kantor tabloid DeTAK di kompleks stadion Lebak Bulus untuk memenuhi undangan diskusi internal dengan tim redaksi. Atmakusumah Astraatmadja seperti air yang mengalir tenang. Ia menyimak sungguh-sungguh ketika orang lain bicara, dan, di kantor kami sore itu, ia bicara dalam suara lembut…
-
Salam Terakhir Faisal Basri
Read more: Salam Terakhir Faisal BasriA.S. Laksana Tulisan terakhirnya adalah sebuah puisi, “Rumah Indonesia, Rumah Kita”, yang ia tulis pada 9 Desember 2023 dan ia perbarui pada 18 Agustus 2024 dan ia unggah di blog pribadi untuk menyambut ulang tahun kemerdekaan negaranya. Ia memilih bentuk puisi, yang mungkin tidak akan pernah dianggap sebagai puisi oleh pengamat sastra, tampaknya karena bentuk…
-
Alain Delon, di Layar dan di Bawah Tanah
Read more: Alain Delon, di Layar dan di Bawah TanahA.S. Laksana Di Rue de Rennes, Paris, pada sore hari di tahun 1956, takdir merancang sebuah momen pembuka jalan bagi pemuda luntang-lantung untuk menjadikan dirinya Alain Delon, salah satu ikon terbesar dalam sejarah sinema Prancis, simbol maskulinitas dalam ketampanannya yang muram, perpaduan sempurna antara karisma dan daya tarik gelap—sesuatu yang dikagumi banyak orang pada tahun-tahun…
-
Ismail Kadare, Menulis tentang Kota Batu
Read more: Ismail Kadare, Menulis tentang Kota BatuA.S. Laksana Gjirokastër, yang secara harfiah berarti Kota Batu, adalah kota di selatan Albania yang memang dibangun dari batu, menempel di sisi curam bukit yang di puncaknya berdiri sebuah benteng besar, tegak dan kokoh, seperti pengawal yang mengamati kehidupan di bawah sana. Ia menjadi tameng pelindung, tetapi dalam sebagian riwayatnya, ia juga digunakan sebagai penjara.…
