Category: Obituari

  • Tan Joe Hok, Orang Indonesia Pertama

    A.S. Laksana “Tan Joe Hok Menaklukkan Detroit”, tulis Sports Illustrated, majalah mingguan olahraga Amerika Serikat, edisi 13 April 1959. Artikel itu melaporkan kehebatan lima pemuda dari Timur Jauh dalam kejuaraan bulutangkis amatir terbuka yang diikuti 170 peserta, dan Tan Joe Hok, pemuda Bandung berumur 21 tahun, adalah tokoh utamanya. Ia baru menjuarai All England tiga…

  • Har Wib, Memimpikan Barça dalam Politik Indonesia

    A.S. Laksana Ia menulis status Facebook terakhirnya, pada 27 April 2025, ringkas saja: “3:2 = Konde”. Itu skor kemenangan Barcelona atas Real Madrid dalam El Clásico yang harus dikabarkan. Dan harus dirayakan. Ia mencintai Barcelona karena pada klub itu ia melihat bentuk nyata dari sesuatu yang ia impikan, dan kemenangan Barça atas Madrid, baginya, selalu…

  • Fransiskus, Sang Gembala dengan Bau Domba

    A.S. Laksana Pada malam 13 Maret 2013, ketika ia pertama kali muncul di balkon Basilika Santo Petrus, Vatikan, setelah terpilih sebagai Uskup Roma ke-266, Jorge Mario Bergoglio tidak mengangkat tangannya untuk memberkati. Ia berkata “Buona sera”—selamat malam—dan membungkuk, meminta orang-orang memberkatinya. Gestur itu sederhana dan memukau. Malam itu, orang menyaksikan kepausan yang tidak menampilkan keagungan,…

  • Mario Vargas Llosa dan Hantu Kekuasaan

    A.S. Laksana Ia membangun dunianya dengan kata-kata dan mencoba menyelamatkan Peru dengan kata-kata itu. Dalam beberapa tahun belakangan, ia adalah singa terakhir dari ledakan sastra Amerika Latin, orang terakhir yang bertahan dari konstelasi nama-nama yang pernah membakar dunia sastra: García Márquez, Cortázar, Fuentes. Tapi tidak seperti mereka, Vargas Llosa tak pernah benar-benar menjadi bagian dari…

  • Atmakusumah, Pembela Pers yang Tak Pernah Goyah

    A.S. Laksana SAYA hanya satu kali bertemu dengannya, pada 1999, ketika ia datang ke kantor tabloid DeTAK di kompleks stadion Lebak Bulus untuk memenuhi undangan diskusi internal dengan tim redaksi. Atmakusumah Astraatmadja seperti air yang mengalir tenang. Ia menyimak sungguh-sungguh ketika orang lain bicara, dan, di kantor kami sore itu, ia bicara dalam suara lembut…

  • Salam Terakhir Faisal Basri

    A.S. Laksana Tulisan terakhirnya adalah sebuah puisi, “Rumah Indonesia, Rumah Kita”, yang ia tulis pada 9 Desember 2023 dan ia perbarui pada 18 Agustus 2024 dan ia unggah di blog pribadi untuk menyambut ulang tahun kemerdekaan negaranya. Ia memilih bentuk puisi, yang mungkin tidak akan pernah dianggap sebagai puisi oleh pengamat sastra, tampaknya karena bentuk…