Category: Cerpen

  • Cinta

    William Maxwell Miss Vera Brown, ia menulis di papan tulis, huruf demi huruf dalam metode Palmer yang sangat rapi dengan bentuk huruf oval. Guru kami untuk kelas lima. Nama itu seolah-olah diukir di batu. Saat ia memanggil nama-nama di daftar hadir, suaranya selembut ekspresi di matanya yang cokelat tua dan indah. Ia mengingatkanku pada bunga…

  • Pemuda Pemberani di Trapeze Terbang

    William Saroyan I. TIDUR Telentang di tengah keluasan jagat raya, berlatih gelak tawa dan keriangan, sindiran, akhir dari apa saja, akhir dari Roma dan Babilonia juga, gigi terkatup, kenangan, kehangatan gunung berapi, jalanan Paris, dataran Yerikho, meluncur seperti reptil khayalan, galeri cat air, laut dan ikan-ikan bermata besar, simfoni, meja di pojokan Eiffel, jazz di…

  • Garis Perkawinan

    Julian Barnes Pesawat Twin Otter itu hanya terisi separuh ketika lepas landas dari Glasgow: beberapa penduduk pulau yang kembali dari daratan, ditambah beberapa wisatawan akhir pekan di awal musim yang membawa sepatu hiking dan ransel. Hampir satu jam mereka terbang di atas bentang awan yang terlihat seperti otak yang bergerak. Lalu pesawat mulai merendah, dan…

  • Kepala Kantor Pos

    Rabindranath Tagore Kepala kantor pos itu pertama kali menjalankan tugasnya di desa Ulapur. Meskipun desa itu kecil, di dekatnya ada pabrik nila, dan pemiliknya, pria Inggris, berhasil mengupayakan sebuah kantor pos di sana. Kepala kantor pos kita berasal dari Kalkuta. Ia merasa seperti ikan yang dilempar ke daratan di desa terpencil itu.

  • Penghormatan

    Nadine Gordimer Bacalah bibirku. Sebab aku tak bicara. Kamu duduk di sana, dan ketika kereta tersentak maju, kamu tampak mencondongkan badan untuk mendengarkan. Tapi aku tak bicara. Kalau saja aku bisa menemukan mereka, aku akan meminta separuh bayaran sisanya untuk pekerjaan yang sudah kulakukan, tapi mereka sudah pergi. Aku tak tahu ke mana harus mencari.…

  • Pernikahan itu Urusan Pribadi

    Chinua Achebe “Apa sudah kamu tulis surat untuk ayahmu?” tanya Nene kepada Nnaemeka suatu sore, ketika lelaki itu datang ke kamarnya di Jalan Kasanga nomor 16, Lagos. “Belum. Tapi sudah kupikirkan. Kurasa lebih baik mengatakannya langsung saja nanti saat aku pulang cuti.” “Kenapa? Masih lama sekali cutimu—enam minggu lagi. Dia mestinya ikut gembira bersama kita…