
Setiap penulis ingin disiplin menulis setiap hari, tetapi–anda tahu–menemukan cerita untuk ditulis tidak selalu mudah. Dalam urusan itulah “Metode Tetapi” membantu anda menemukan cerita dan merancang adegan-adegan paling kuat untuk cerita anda.
“Tetapi” adalah senjata rahasia untuk meningkatkan daya tarik cerita. Ia menciptakan kontradiksi, membangun ketidakselarasan, menghadirkan hambatan, membuat cerita anda lebih menegangkan, karakter-karakter di dalamnya lebih kompleks dan lebih hidup.
Segala sesuatu jika diikuti dengan “tetapi” akan langsung menjadi lebih rumit.
- Dia ingin memaafkan ayahnya, tetapi…
- Aku ikhlas dengan semua yang terjadi, tetapi…
- Dia ingin melupakan gadis itu, tetapi…
- Dia ingin menjadi orang yang patuh, tetapi…
- Dia ingin melindungi pamannya, tetapi…
Di belakang tiap-tiap “tetapi” itulah cerita tumbuh, dan semakin kompleks dengan “tetapi-tetapi” lanjutannya untuk menyusun adegan demi adegan.
Anda menjadi pencerita yang lebih baik karena anda fasih menggunakan Metode “Tetapi”, dan anda akan sangat mudah menemukan cerita.
Dan penulis sama dengan tukang sulap dalam cara bekerjanya. Semakin menguasai banyak teknik, dan mahir dalam banyak teknik yang dikuasai, semakin tahu dia cara memukau audiens/pembacanya.